Senin, 13 Juni 2016

Kota Kecil yang disebut Rumah

Kota kecil yang disebut rumah

Kota kecil penuh perjuangan, meniti awalan hidup disini.
Kota kecil penuh kenangan, merajut kisah suka-duka disini.
Kota kecil penuh pengembangan, mencari jati diri disini.
Kota kecil penuh warna, merasakan cinta hingga persahabatan disini.

Tetaplah menjadi rumah, tempat pertemuan sebuah momen nanti.
Tetaplah menjadi rumah, tempat bertukar kisah nanti.
Tetaplah menjadi rumah, tempat mencari kehangatan di dinginnya angin hidup nanti.
Tetaplah menjadi rumah, tempat mengingat jati diri sebenarnya nanti.

Rumah yang memberikan ruang bertemu rindu hingga berbagi kisah.
Rumah yang tak berdinding beratap langit beralaskan darah.
Rumah yang berpondasi segala kenikmatan dan kebangsatan kisah.
Rumah yang gagah berdiri tanpa bentuk

Lihat huruf 'i' itu, menjadi elemen penting dalam hidup, kisah, cerita, cinta, jati diri, dan rindu.
Lihat huruf 'i' itu, dengan titik diatas mengharap tidak pernah berhenti menjadi tempat momen kebersamaan.
Lihat huruf 'i' itu, arti penting dari sebuah kita.
Lihat huruf 'i' itu, tempat semua berawal, dari diri sendiri menjadi kita bukan?

Tetaplah menjadi alasan hidup bagi kami.
Tetaplah menjadi tujuan kepulangan kami.
Tetaplah menjadi kehangatan bagi kami, dan
Tetaplah menjadi kota kecil yang kami sebut rumah.

Fafa,
Bontang, Selasa 14 Juni 201600:28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar