Senin, 20 Juni 2016

Ada Pintu yang Terbuka, dan Kita di Depannya

Kita punya tempat yang kita sebut rumah,
Dia punya pintu dan tuas untuk membukanya
Kita punya rasa dan penat untuk dibawa kerumah,
Dia punya jalan keluar dan keinginan untuk membukanya

Kita ketuk ketika sabar, dan kita dorong dengan paksa ketika tidak sabar.

Sabar sedikit kenapa?, kalau misalnya dia bisa ngomong,
Sayangnya kita manusia kosong yang maunya ngomong tapi tidak pikir asal bolong

Kita berdiri tepat di depannya, kalau-kalau di dalam sana kita menunggu, kita kadang tertidur di depannya kalau-kalau dia tidak mau terbuka.

Ketuk tiga kali, sepertinya dia sedang tidur, atau dia melupakanmu dengan simbol-simbol buta.

Selas, 21 Juni 2016
02.18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar