Perpisahanku adalah perpisahan tiada arah dan cenderung
absurd
Layaknya ranting terpisah dari batang segar kemarin itu
Jatuh dan terinjak, terdengar suara hampa
Tidak jarang kutemui embun yang palsu
Tampak segar dengan kebohongannya
Duniaku Cuma ilusi, perlahan juga akan memudar tipuannya
Tapi tidak denganmu kala itu
Aku sudah membenci yang manis setahun yang lalu
Pahit juga tidak terlalu buruk
Selama makian masih terasa hangat mengubah besi menjadi kayu
Tapi kupikirkan kau kala itu
Ingatkah kau pelataran rumah yang kau impikan ?
Kujanjikan bunga dan rumput yang segar di atasnya ?
Sudah ada terbesit pikiran untuk menciptanya untukmu
Tapi kenapa kau waktu itu ?
Hilang dan terbawa layu
