Selasa, 28 Juni 2016

Derai Hujan di Halte itu

Ada hari yang paling suka
Ketika langit perlahan-lahan runtuh
Dan hitam di atasnya,
Mencoba merakit memori demi memori

Gusar di kepalamu
Mencari tempat paling teduh
Di bawah halte pinggir kota
Dan kita dipertemukan di dingin yang sama

Kala itu bibir ini mampu merangkai beragam warna kata
Dengan mesra memecah kebisingan derai hujan
Menusuk celah demi celah bagian terkecil keheningan
Kita terlibat permainan klise tentang cinta dan pertemuan

Ada hari paling menyedihkan
Ketika langit perlahan-lahan cerah
Dan putih di atasnya,
Isyaratkan runtuhnya memori-memori klasik

Perih di hatimu
Mencari tempat yang paling sunyi
Di bawah halte pinggir kota
Kita kembali bertemu

Takdir bermain dengan cerdik
Kita terjebak oleh hujan
Tanpa kata, tanpa pusara aksara
Dan kemudian hilang di telan derai hujan yang memerah

Sebuah perpisahan di Tahun 2015
Teringat kembali, dibawah hujan halte itu

29 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar