Aku tidak berjodoh dengan purnama
Ia datang tak kenal siapa kita
Aku tidak sebodoh yang pertama
Yang akan hilang ketika disapa cinta
Aku akan datang pada Gerhana
Yang dinanti dengan sangat lama
Seperti hilang entah kemana
Yang kita pernah dibawanya bersama-sama
Mengarungi bahagianya burung-burung pagi, bersemangat memberi tanda
Bahwa matahari telah datang.
Berpikir tentang akhir, bukanlah jalan keluar untuk memimpikan aku terbangun di pagi hari dan mencium keningmu ketika kau masih terlelap
Tidak ada bahagia sesungguhnya selain berjalan bersamamu di keriuhan kota, di bawah lampu jalan, dan kita menertawakan kebodohan satu sama lain.
Ini akan berakhir, aku paham. Tapi biarkan aku menemanimu semampuku bertahan. Tidak ada embun pagi yang tidak menguap, tidak ada suara gesekan daun-daun pohon setelah mereka kering di tanah, dan tidak ada angin yang bertahan di satu tempat.
Tidak ada
Tidak akan ada
Tapi, aku mencintaimu lebih tabah dari menunggumu, seperti matahari pada bulan, mereka punya Gerhana, tapi aku dan kau punya kenangan.
Kurasa itu cukup.
Samarinda, 31 Oktober 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar