Senin, 10 Oktober 2016

Si Bakal dan Tambang Emas

Ada sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja yang bodoh bahkan semua rakyat yang dipimpinnya pun juga bodoh, kebodohan adalah kebanggaan yang sangat dijunjung tinggi di negeri itu, tidak terlalu jelas bagaimana asal-usul negeri itu, akan tetapi dibalik kebodohan Raja dan penduduknya wilayah kerajaan itu terkenal akan tambang emas yang mereka miliki, akan tetapi karena terlalu bodoh mereka tidak dapat memanfaatkannya, jangankan memanfaatkan konon mereka tidak sadar akan hal itu.

Terdengarlah kabar itu oleh kerajaan tetangga yang dipimpin oleh seorang Raja yang sangat cerdas dan rakyat-rakyatnya pun adalah orang-orang yang cerdas, akan tetapi wilayah kerajaannya tidak memiliki apapun yang dapat dimanfaatkan, mereka bertahan hidup melalui kecerdasan Raja dan Rakyatnya, mereka kerap memanfaatkan apapun yang dapat dimanfaatkan sehingga mereka dapat bertahan hidup, akan tetapi kerajaan yang cerdas ini menemui titik puncaknya, mereka harus menghasilkan sesuatu untuk dijual demi mempertahankan kerajaannya, muncullah ide dari sang Raja untuk mengutus orang pilihannya untuk tinggal di kerajaan yang terkenal bodoh itu untuk memanfaatkan tambang emas mereka.

_

Kemudian Raja yang cerdas itu mengutus orang pilihannya untuk menetap di kerajaan yang bodoh itu, orang itu adalah si Bakal. Si Bakal menemui Raja yang bodoh itu untuk meminta ijin dari sang Raja untuk menjadi salah satu penduduk dari kerajaan yang dipimpinnya, akan tetapi alangkah terkejutnya si Bakal karena ia sama sekali tidak dihiraukan oleh sang Raja, sang Raja hanya manut-manut saja dan tidak ada pengawasan yang terlalu ketat di kerajaan tersebut.

_

Lambat laun akhirnya si Bakal menjadi salah satu Rakyat dari kerajaan bodoh itu, si Bakal mulai menjalankan misinya untuk menggali tambang emas yang mereka miliki, si Bakal pun menghadap langsung ke Raja dan memohon izin untuk memanfaatkan hasil emasnya,

“Mohon ampun paduka Raja, bolehkah saya mengajukan permintaan saya?”, si Bakal mencoba mengajukan permohonannya.

“apakah permohonanmu itu?”

“Hamba berencana untuk memanfaatkan tambang emas yang ada di wilayah kerajaan ini untuk dimanfaatkan, itu pun bila paduka bersedia”

“manfaatkan sesukamu yang ada di kerajaan ini, selama kau mengerti”

Betapa terkejutnya si Bakal mendengar jawaban dari sang Raja, bahkan Raja saja tidak memperdulikan Tambang emas yang sangat berguna itu, kemudian si Bakal memutuskan untuk membangun tempat tinggalnya yang baru di kawasan Tambang Emas itu, tidak lama kemudian si Bakal mampu membuat tambangnya sendiri.

Ketika sedang asik-asiknya menambang emas, tiba-tiba si Bakal bertemu seorang gadis, gadis itu menegur si Bakal,

“hey, apa yang sedang kamu lakukan?”, tegur gadis itu

si Bakal terkejut karena merasa dicurigai, tapi kemudian si Bakal berpikir kembali walaupun ia menjelaskan maksudnya untuk menggali Tambang emas itu gadis itu juga tidak akan mengerti,

“aku sedang menggali emas”, jawab si Bakal

“untuk apa?”

“ya tentu saja untuk Raja, agar Raja dan semua Rakyat mendapat keuntungan dari emas yang aku gali ini”

“aku rasa itu tidak perlu”

“kenapa tidak perlu?”

“Raja tidak meginginkan emas”

“iya aku tahu, tapi setelah aku memperlihatkan apa manfaat emas ini, maka Raja akan merasa senang”

“Raja tidak akan senang dengan emas”

“apa maksudmu?”

Gadi itu pergi meninggalkan si Bakal sambil tersenyum, si Bakal benar-benar dibuat heran, si Bakal berpikir mungkin karena kerajaan itu terkenal dengan kebodohan maka dari itu mereka sampai-sampai tidak memikirkan manfaat dari emas itu.

_

Keesokan harinya si Bakal terbangun kemudian melanjutkan penggaliannya, ketika hari sudah petang tiba-tiba gadis itu datang lagi,

“kau masih saja menggali, apa kau tidak mengerti?”, tanya gadis itu

“aku rasa kau yang tidak mengerti”, jawab si Bakal

“aku sangat mengerti”

“kau berani bertaruh, coba kau lihat emas-emas ini warnanya berkilauan,  apabila aku olah menjadi emas-emas batangan maka ini akan sangat bernilai tinggi dan menghasilkan banyak keuntungan!”

“apa kau orang baru di sini?, dari mana asalmu ?”

Seketika si Bakal merasa terkejut atas pertanyaan gadis itu, tetapi si Bakal tidak merasa terganggu karena dia yakin gadis itu hanyalah gadi bodoh yang serumit apapun ia menjelaskan maka ia tidak akan paham sama sekali atas penjelasannya, si bakal pun menjawab,

“apakah itu penting?”

“mungkin tidak penting, tapi sadarkah kau?, tingkahmu yang paling aneh di sini”

“mungkin karena kau baru bertemu denganku, justru kalian semua yang paling aneh karena tidak memanfaatkan Tambang emas ini, dan aku akan menjadi orang yang sangat dibangga-banggakan oleh Raja”

“sudah kubilang Raja tidak suka dengan emas dan dia tidak akan bangga”

“terserah kau saja!”

Kemudian gadis itu kembali meniggalkannya dengan tersenyum dan si Bakal melanjutkan pekerjaannya: menggali tambang emas.

_

Suatu hari si Bakal menghadap ke Raja yang cerdas dan melaporkan bagaimana perkembangan misinya, Raja yang cerdas itu sangat senang dengan laporan si Bakal, kemudian sang Raja memerintahkan si Bakal untuk mengirim emas-emas yang berhasil ia gali ke kerajaannya sebanyak seribu Ton dalam waktu semalam, si Bakal sangat terkejut mendengar hal tersebut, si Bakal merasa tidak akan mampu untuk menggali seribu Ton dalam waktu semalam, satu sisi si Bakal tidak berani untuk menolak permintaan sang Raja karena takut dihukum oleh sang Raja, akhirnya si Bakal kembali ke kerajaan bodoh itu untuk melaksanakan tugasnya.

Si Bakal bekerja sangat keras untuk menambang emas berdasarkan permintaan Sang Raja yang cerdas itu, ketika sedang asik-asiknya menambang emas gadis itu muncul kembali dan menegur si Bakal,

“kelihatannya kau menggali sangat keras hari ini, boleh aku tahu kenapa?”

Si Bakal sering merasa terganggu oleh gadis itu karena ia selalu datang ketika si Bakal sedang menggali emas,

“apa urusanmu?, ini urusanku sendiri”, jawab si Bakal

“ternyata kau tidak bersahabat, itu membedakan kau dengan orang-orang yang hidup di kerajaan ini”

“apa maksudmu?”

“aku tahu pasti kau berpikir Raja dan Rakyat-rakyat di kerjaan ini sangat bodoh, kau mau tahu kenapa?, karena Raja tidak peduli dengan harta kekayaan, bagi Raja harta kekayaan hanya akan menimbulkan masalah, perlahan-lahan kita akan menjadi tamak dan sombong dan suka mengeksploitasi secara berlebihan, maka dari itu kami tidak memperdulikan perkembangan-perkembangan yang ada di luar dan menjadi bodoh, kerajaan kami tidak pernah berperang dan juga kerajaan kami tidak pernah memperdulikan kekayaan karena kami sudah merasa berkecukupan dengan semua yang ada, kami pandai bersyukur”

_

Si Bakal kembali menghadap ke Raja yang cerdas itu untuk menyampaikan hasil dari perintahnya,

“mana emas itu?”, tegur Raja

“maafkan saya Raja, saya tidak membawa emas satu pun”

“apa kau sudah gila!?”

“aku rasa Raja yang gila”.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar