Tidak ada yang pernah tau sedang apa kita di kediaman masing-masing
Kecuali kita, kita sangat tau kita sedang melalukan sesuatu
Melakukan pekerjaan yang sangat berat
Hanya sekedar merindu
Nom, aku rindu.
Aku rindu sapaan disetiap pagi
Aku rindu melihatmu tertawa
Aku rindu membuatmu marah
Aku rindu kita tertawa lepas
Aku rindu mencubit kedua pipi itu
Aku rindu semua hal tentang kamu
Sungguh sial, kita mau tidak mau harus menunggu Gerhana selanjutnya, yang disana kita tidak tau apa kita masih bisa saling sapa atau tidak, ini terlalu mengintimidasi.
Aku sempat menertawakan orang-orang yang dilanda rindu, kini aku menertawakan diriku, ternyata rindu itu seperti ini semua pikiran tertuju pada satu titik kemustahilan.
Nom, aku rindu, aku rindu kamu, apakah kamu rindu juga ?
Samarinda, 26 Oktober 2016
Untuk wanita yang akan selalu menjadi kekasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar