Minggu, 28 Februari 2016

Lubang Langit

Pagi diusir Siang
Siang diusir Sore
Sore diusir Malam
Tapi tetap, lubang itu menyala

Jamanmu bilang, lubang itu dewa
Jamanku bilang, lubang itu fenomena
Jamanku jamanmu, kapan ?
Oh, beda sangat jauh

Tapi ini puisi bukan puisi pamer jaman
Puisi ini keselarasan jaman
Lubangku, lubang langit
Lubangmu, lubang langit

Sepertinya, kita sedang diamati lubang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar