Pernah kita mengharapkan hujan disaat tidak masuk akal, merasa cukup hina karena meminta yang tidak-tidak kepadaNya
Pernah kita memaki karena jalanan kasar dan ramai itu, basah dan mengotori, lebih memilih larut lebih dalam ke dasar lelap
Pernah juga kita merindu hujan seperti menunggu ibu membawa bahagianya, padahal kita tau dia sudah menyerah dengan dingin seperti itu
Kuharap kau tidak terlalu lama disana kasih, aku bisa datang sesukaku padamu, berdirilah tenang ditemani gelisahmu, karena aku akan muncul seperti rindu kepada mentari setelah hujan
Akulah rindu yang menjadi candu, nikmat dipikit sakit ditahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar