Rabu, 20 April 2016

Darah-darah yang Menggerutu

Melepas rindu di balik semu cerah wajahmu
Terlepas syahdu menukik benalu hatimu
Terpapas kaku menarik gerak-gerik dagumu

Ragu-ragu aku mengganggu
Malu-malu kau merayu
Tak seorangpun tamu, kau jadikan ratu
Tidak juga candu tentang sendu malam itu

Setiamu, setia kepada langit
Tidak sampai hingga sakit kau rakit
Maafkan aku yang terlalu naif

Bukan, bukan begitu
Satu-satu putih abu telah tumbuh
Tidak seorangpun kau anggap jendelamu

Hanya aku, raja dari imaninasi ratumu
Menanti seenak mematahkan ranting kayu
Menangis senyaman hati dibasahi sendu

Tapi ini bukan tentang kau
Tentang darahmu, manusia tanpa mendung

Untuk darahku, si tua yang menggerutu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar