Sabtu, 18 November 2017

Matinya Pikiran

Rasa adalah sebuah pergolakan besar-besaran. Membuat mataku menerawang jauh menatap setiap jarak dari bintang-bintang, ada malam yang kita lewatkan di pelataran rumah.

Jarak membawaku melewati pahitnya menanggalkan kaki di bumi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Hatiku kusembunyikan dalam-dalam hingga merasakan ruang kedap suara.

Kerinduan menjadi sebatas rasa egois yang memakan banyak korban; pikiranku menangis memerintah tangan untuk selalu berpegangan.

Puisi sudah menjadi arketipe, ditulis menggunakan benda paling tajam pada batu yang kita sebut pikiran.

Aku mati, sebentar lagi. Sungguh akan mati dalam nanti.

2017

Tepian buah

Tepian Buah selalu pada kerinduan
Berjalan kaki dan tertawa
Pada suatu sore melebihi sore
Anak-anak masuk ke rumah
Menceritakan hari pada mereka
Dan menangis ketika hati tersakiti oleh hal remeh temeh

Aku menyimpan rindu.  Pada kopi dan diskusi berujung tawa, aku rindu pada siang terik yang menyengat. Aku rindu pada bayanganku sendiri.

Kubangun pada suatu pagi
Melihat-lihat kemudian kutidur lagi.
Kita sudah dewasa, tapi rumah itu masih melihat kita sebagai anak-anak yang menangis.

Sarapan yang disiapkan ibu tidak kita habiskan, mulut mengecap alasan penolakan mencipta kenangan, berharap sebuah kebenaran.

Kita kembali menjadi dewasa, masih menangis dan memanggil kenangan merangkai lamunan.

2017
Merindukan Kampung Tepian Buah & tawa di sana.

Selasa, 07 Maret 2017

13 Fungsi Popular Romance Menurut Radway dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa

99 cahaya di langit eropa merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film ini terinspirasi dari kisah nyata pengarangnya itu sendiri, film ini bercerita tentang perantauan seorang Hanum bersama suaminya Rangga yang mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikannya di negeri Jerman. Seiring perjalanan Hanum dan suaminya ia bertemu seorang agen muslim yang mengenal situs sejarah peradaban Islam di Eropa, film ini secara garis besar dibalut dalam nuansa religi dan bercerita tentang persahabatan dan petualangan (perjalanan).


Film ini dapat dikatakan sebagai film yang bergendre popular romance, menurut Radway terdapat 13 fungsi popular romance, dari fungsi-fungsi tersebut akan dikaitkan dengan film 99 cahaya di langit eropa, adapun hubungan fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut :
1.      Fungsi “perpindahan Heroin dari yang sudah dikenal , kehilangan”

Dalam fungsi yang pertama ini memiliki maksud yaitu posisi peran Heroin yaitu tokoh utama atau peran utama wanita yaitu mengalami kehilangan, hal ini dikaitkan dengan film 99 cahay di langit Eropa yaitu tokoh Hanum yang kehilangan rasa takjubnya terhadap keindahan Negara Jerman karena hal-hal tertentu, sesuai dengan kutipan berikut ,

“Tak mudah hidup di sini bila tidak lancar berbahasa jerman, dengan budaya dan tradisi yang berbeda” – Hanum

Dalam kutipan di atas dapat ditemukan sikap kekecewaan seorang Hanum yang awalnya tokoh Hanum merasa takjub dan mengenal Negara Jerman atas keindahannya akan tetapi tetap meraskan kekurangan berdasarkan kutipan di atas.

2.      Fungsi “Heroin menduga Hero tidak tertarik padanya”

Pada fungsi ini Heroin menduga Hero tidak tertarik padanya, sesuai dengan kutipan berikut,

“di sini, orang pakai kerudung saja susah cari kerjaan, apa lagi aku yang tidak pakai kerudung”- Hanum
“oh, itu, padahal kamu cantik loh kalau pakai kerudung”- Rangga
“udah ah, kamu ga nyambung”-Hanum

Pada kutipan di atas menunjukkan bahwa usaha Hanum sebagai Heroin agar Hero (Rangga) mengerti akan kegelisahannya, akan tetapi Hero terkesan tidak tertarik padanya menurut dugaan si Heroin

3.      Fungsi “Hero memberikan respon yang ambigu : tidak mengerti cara mengungkapkan perasaan”

Fungsi ini berkaitan pula pada kutipan pada fungsi nomor dua, dimana Hero (Rangga) tidak mengerti cara untuk mengungkapkan perasaan sehingga terkesan memberi respon yang ambigu terhadap Heroin (Hanum)

4.      Fungsi “akhirnya Heroin mengetahui perasaan Hero sesungguhnya

Dalam fungsi ini Heroin pada akhirnya mengertidan paham atas perasaan Hero sesungguhnya berdasarkan pada fungsi yang ke tiga, sesuai dengan kutipan berikut :

“Mas, kalau kamu ditampar kamu mau nampar balik engga?”-Hanum
“ko nanyanya gitu sih?”-Rangga
“engga, aku nanya, kalau kamu ditampar kamu nampar balik engga?”-Hanum
“hahahaa … aku engga mau ditampar, aku maunya dicium”-Rangga
“kamu ko jawabnya gitu sih?”-Hanum

Pada kutipan di atas Heroin (Hanum) mulai mengerti perasaan Hero (Rangga) sesungguhnya bahwa Hero menyukai Heroin dan menjadikan hubungan mereka kembali membaik.

5.      Fungsi “Heroin merespon dengan kemarahan /dingin”

Pada fungsi ini Heroin memunculkan respon kemarahan/dingin, sesuai dengan kutipan yang terdapat pada fungsi ke dua. Pada kutipan tersebut Heroin (Hanum) menghindar dari Hero (Rangga) dan menunjukkan kemarahan terhadap Rangga yang meresponnya dengan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Heroin.

6.      Fungsi “Heroin membalas dengan “hukuman”

Ketika Heroin (Hanum) dalam film merespon dengan kemarahan Heroin menghukum Hero dengan menghindar dari Hero dari responnya yang mengalami kekecewaan.

7.      Fungsi “Hukuman itu mengakibatkan perpisahan”

Fungsi ini merupakan sebab dari fungsi ke enam ketika Heroin memberikan hukuman kepada Hero. Dalam cerita Film tersebut membuat Heroin (Hanum) menghindar dari Hero (Rangga) dan mengakibatkan mereka tidak “akur” untuk sementara waktu sehingga sesuai dengan fungsi hukuman yang mengakibatkan perpisahan.

8.      Fungsi “Hero memperlakukan Heroin dengan penuh cinta : perpisahan akibat hukuman membuatnya lebih sayang

Ketika Heroin (Hanum) menghukum Hero (Rangga) dengan memberikan respon kekecewaan terhadap Hero, Hero berusaha untuk memperlakukan Heroin (Hanum) dengan penuh cinta dengan menggombalnya pada kutipan dari fungsi yang ke empat sehingga Heroin merasa lebih disayang dan diperhatikan.

9.      Fungsi “Heroin merespon Hero dengan lebih hangat”

Fungsi ini merupakan tahap selanjutnya dari fungsi yang ke delapan dimana ketika Hero (Rangga) menunjukkan perlakuannya yang penuh cinta terhadap Heroin (Hanum), Heroin meresponnya dengan merangkul Hero dan bercanda bersama sehingga suasana yang ditampak lebih hangat dan akrab.

10.  Fungsi “Heroin menyadari bahwa sikap dinginnya pada masa lalu dikarenakan sakit hati”

Pada tahap ini Heroin mencoba untuk melihat kembali sebab mengapa ia menjadi sakit hati dan Heroin sadar bahwa ia menjadi sakit hati membuatnya menjadi dingin terhadap Hero. Sesuai kutipan sebagai berikut :

“kamu kenapa engga cerita sama aku sih, yaudah sekarang masih sempat sholat zuhur sekarang ayo aku antar”-Hanum

Pada kutipan di atas Heroin (Hanum) merasa kecewa karena Hero (Rangga) tidak jujur kepadanya , sehingga Heroin merasa sikap dinginnya terjadi karena kecewa terhadap Hero yang tidak berterus terang.

11.  Fungsi “Heroin harus belajar memercayai Hero : menguatkan Hero

Tahap ini Heroin (Hanum) berusaha menguatkan Hero (Rangga) agar Hero tetap mendapatkan kepercayaan dirinya.

12.  Fungsi “Heroin merespons secara seksual dan emosional pada Hero”

Pada akhirnya Heroin (Hanum) mencoba untuk memeluk Hero (Rangga) sekaligus memberikannya ketenangan.

13.  Fungsi “Heroin sadar, perlindungan kasih sayang itu, dan cinta lawan jenis akan diperoleh dari Hero
Heroin (Hanum) merasa tenang bersama Hero (Rangga) sebagai lawan jenis dari kesedihan yang dirasakan sesuai cerita dalam film ketika Heroin (Hanum) merasakan kesedihan.

Demikian tiga belas tahap fungsi popular romance menurut Radway yang terdapat pada film 99 Cahaya di Langit Eropa. Secara umum ketiga belas fungsi tersebut memenuhi film tersebut apabila gendre yang diusung adalah gendre romance yang berbau populer.







Senin, 13 Februari 2017

Eksistensi Smartphone dari Segi Kebudayaan Modern

Seiring perkembangan zaman kita sudah tidak asing lagi dengan alat komunikasi canggih yaitu telepon genggam atau biasa kita sebut sebagai Handphone. Telepon genggam atau Handphone adalah produk masyarakat modern yang berguna sebagai alat komunikasi nirkabel yang memungkinkan kita untuk dapat terkoneksi satu sama lain tanpa harus bertatap muka, dengan kata lain Handphone berguna sebagai perantara antar satu individu dengan individu lain guna mempercepat proses komunikasi. Pada awal mulanya alat komunikasi ini ditemukan oleh Alexander Graham Bell, dan seiring perkembangan zaman alat komunikasi ini mulai mengalami perkembangan dan modifikasi sehingga berbentuk pesawat telepon. Tidak berhenti sampai di situ, manusia terus memunculkan inovasi-inovasi terbaru guna mempermudah komunikasi dengan memodifikasi alat komunikasi ini menjadi lebih efektif dan mudah di bawa ke mana-mana sehingga berbentuk alat komunikasi tanpa menggunakan kabel yang sampai saat ini kita kenal sebagai telepon genggam.



Di era modern ini hampir seluruh kalangan masyarakat memiliki telepon genggam dan tentu saja tidak berhenti pada satu model telepon genggam saja, bahkan setiap tahunnya selalu bermunculan inovasi-inovasi terbaru dari telepon genggam, banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang berusaha menciptakan model-model baru sampai pada spesifikasi dan penyesuaian terhadap penggunaan dan keinginan masyarakat. Dari telepon genggam yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengirim pesan singkat (SMS) dan melakukan panggilan sampai pada penggunaan telepon genggam sebagai media akses internet, dari menggunakan pesan singkat dan aplikasi pesan singkat hingga menggunakan aplikasi-aplikasi untuk berkirim-kirim pesan dengan menggunakan jaringan internet. Manusia selalu bergerak dinamis, selalu tidak puas dengan pencapaian-pencapaian yang dicapainya, khususnya akan kebutuhan telepon genggam, sehingga para produsen terus melakukan terobosan-terobosan terbaru dan terciptalah alat komunikasi berupa telepon genggam yang biasa disebut dengan nama smartphone atau telepon pintar.

Smartphone atau telepon pintar banyak diminati oleh masyarakat modern karena spesifikasi dan fasilitas yang ada di dalamnya sangat berguna bagi masyarakat modern untuk melaksanakan kesehariannya yang selalu menginginkan hal-hal efektif dan sebisa mungkin mengurangi hal-hal yang sangat merepotkan, dengan menggunakan smartphone kita sudah dapat melakukan pembelian barang-barang tanpa mendatangi lansung si  penyedia barang atau si penjual, kita dapat menggunakan smartphone untuk melakukan bisnis dengan berjualan di situs-situs online yang dapat diakses dengan mudah menggunakan smartphone. Tidak hanya berhenti pada proses jual beli saja, smartphone dapat mengakses berita dengan sangat cepat dari seluruh penjuru dunia tanpa menunggu lama, sehingga banyak isu-isu yang dapat dengan mudah beredar di masyarakat.  

Penggunaan smartphone berbeda-beda berdasarkan kepentingan dan keinginan dari kalangan-kalangan yang menggunakannya. Dari kalangan anak-anak biasanya penggunaan smartphone sebagai media atau alat untuk mengakses dan bermain game berbasis online atau offline, dari kalangan remaja biasanya penggunaan smartphone sebagai media atau alat untuk bertukar kabar atau mengakses berita-berita lifestyle, khususnya remaja pelajar smartphone sangat membantu untuk mengakses materi-materi atau bahan belajar sehingga tidak berhenti pada bahan-bahan ajaran yang diberikan oleh tenaga pengajar, dan dari kalangan orang dewasa biasanya smartphone diganakan sebagai akses berita hingga media bisnis.



Akan tetapi dari fungsi-fungsi tersebut di atas smartphone juga tidak  terlepas dari dari dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan smartphone bagi berbagai kalangan tentu saja dapat mempermudah dan memperlancar urusan komunikasi, akses, sampai pada urusan bisnis dan alat guna mencari mata pencaharian. Di balik dampak positif tentu saja terdapat dampak negatif, seperti yang dikutip pada Kompasiana.com bahwa penggunaan smartphone dapat berdampak tidak baik pada kesehatan, hubungan sosial, sampai pada aktivitas-aktivitas penipuan. Dari segi kesehatan, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan penglihatan disebabkan oleh radiasi dari layar smartphone, selain itu dampak dari radiasi smartphone mempersulit penggunanya untuk memiliki jam tidur yang normal sehingga kecendrungan mengidap insomnia, dari segi sosial penggunaan smartphone membuat penggunanya menjadi anti sosial dan cenderung menjauhkan penggunanya dari lingkungan sosialnya karena segala sesuatu yang tersedia dari smartphone sudah tersedia tanpa mencari tahu, tidak jarang juga samatphone berdampak buruk pada keharmonisan hubungan rumah tangga dan cernderung menimbulkan rasa curiga terhadap pasangan rumah tangga, dan dari segi aktivitas-aktivitas penipuan, kemudahan akses menggunakan smartphone juga menimbulkan niat buruk bagi pengguna smartphone yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan fitnah, menyebarkan undian-undian berhadiah dengan tujuan penipuan, hingga perdagangan barang-barang illegal. Dari dampak positif dan negatif di atas semua kembali pada kebijakan dari penggunanya itu sendiri.

Smartphone merupakan produk masyarakat modern sehingga dapat dikategorikan sebagai produk populer karena smartphone tersebut lahir dari kebudayaan populer. Mengapa smartphone banyak diminati oleh masyarakat modern dari bergai kalangan?, tentu saja karena smartphone adalah suatu produk yang sudah  diproduksi, dengan kata lain masyarakat modern menggunakan smartphone karena smartphone tersebut diproduksi atau dipasarkan atau dapat dikatan produksi smartphone memang benar-benar diadakan.

Menurut Daeng (2008: 43) prinsip proses mengatakan bahwa hakekat setiap pengada ditentukan oleh bagaimana ia menciptakan diri dalam proses menjadi dirinya. Melalui proses pengadaan tersebut barang produksi berupa smartphone menunjukkan eksistensinya dan menjadi produk masyarakat modern yang dihasilkan dari budaya populer.

Eksistensi smartphone menjadi ada karena selera konsumen atau keinginan konsumen itu sendiri yang menginginkannya kemudian mengadakannya karena faktor kebudayaan modern yang menggiring konsumen menginginkannya hingga mengadakan smartphone itu sendiri. Pengguna kebudayaan adalah para konsumen media dan teknologi yang menjadi pangsa pasar industri (Tumanggor, dkk (2010: 41). Dari hal ini dapat ditemukan kaitan antara konsumen dan pengadaan produksi smartphone yang saling berkaitan

Sebagai pengguna smartphone atau sebagai konsumen smartphone kita dituntut untuk menggunakan barang produksi tersebut secara bijak, produk kebudayaan populer berasal dari masyarakat modern yang selalu berubah dan berinovasi, sudah sepatutnya kita untuk menjadi pencipta suatu kebudayaan modern berupa barang produksi untuk mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.


Selasa, 24 Januari 2017

Keberadaan & Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mengikutinya

Sewaktu kecil aku pernah berpikir apakah Cuma aku di dunia ini yang merasakan keberadaanku sendiri?, apakah semua yang kulihat di dunia ini adalah ilusi?, atau mereka dibuat untuk menjadi ujian tersendiri untukku?, salah satu hal yang memperkuat pertanyaan-pertanyaanku waktu itu adalah karena setiap saat aku selalu termenung memperhatikan sekitarku, aku merasakan sesuatu yang sama mereka rasakan aku merasakn sakit ketika terjatuh, aku merasakan kesedihan yang sama mereka rasakan. Tetapi lagi-lagi itu semua kembali kepada apa mereka semua merasakan hal yang sama, atau aku saja yang merasakan itu semua?, lalu dari mana ? dan siapa yang telah membuatku merasakan itu semua?.

Aku beragama Islam dan sewaktu kecil aku sudah dikenalkan oleh orang tuaku mengenai konsep ketuhanan, bahwa tuhan adalah pencipta kita sebagai manusia, dan tuhan jugalah yang menentukan hidup dan matinya seseorang, dan aku sempat berpikir bagaimana rupa tuhan?, dari mana asalnya tuhan?, tetapi seiring bertambahnya usia bahkan pertanyaan-pertanyaan itu terbantahkan, di agamaku mempertanyakan eksistensi Tuhan sama saja dengan meragukannya, dan itu adalah perbuata dosa!.
Semenjak itu berhenti untuk mempertanyakan Tuhan, kemudian aku mulai terpikirkan oleh rasa penasaranku, bahwa apakah aku merasakan hidu seorang diri, apakah orang-orang yang berada di sekitarku adalah ilusi sementara?. Aku pernah mempertanyakan hal ini kepada teman-temanku dan sebagian besar mereka pernah bertanya seperti itu, hal ini membuktikan bahwa pertanyaanku sudah terjawab sebagian yaitu, semua manusia merasakan hal yang sama dan bukan diriku sendiri yang memikirkan hal itu. Yang menjadi pertanyaan besarnya sekarang, apakah semua orang benar-benar meraskan hal tersebut?.

Menginjak bangku kuliah aku mengenal mata kuliah filsafat tentang eksistensialisme paham yang beranggapan bahwa manusia ditentukan oleh eksistensinya atau keberadaannya, dan paham ini dipopulerkan oleh filsuf bernama Jean Paul Sartre. Aku tidak akan mengaitkan konsep berpikirnya dengan cara berpikirku, aku sebisa mungkin tidak akan menjadi antithesis atau pengembang konsep berpikirnya.

Berbicara tentang keberadaan kita sebagai manusia di muka bumi ini adalah misteri tersendiri bagi diri sendiri, contoh kecilnya aku terlahir di Negara Indonesia sebagai suku bugis dan banyak mendapatkan cara didikan orang Indonesia dan didikan dari suku Bugis, dan ketika aku memerhatikan teman-temanku yang berasal dari Negara yang sama yaitu Indonesia tetapi berasal dari suku yang berbeda maka berbeda pula didikan yang diterima, kemudian muncul lagi pertanyaan utama darimana semua konsep didikan itu berasal?, sebenarnya didikan terbaik dan yang paling utama itu dari mana?,dan untuk apa?.

Belajar filsafat sedikit membuka mataku tentang pertanyaan-pertanyaanku, filsafat selalu mengungkap bahwa sesungguhnya seluruh aturan dan nilai-nilai yang ada adalah sebuah konstruksi sosial yang dibuat oleh manusia itu sendiri, kemudian dianut dan dipraktikkan dalam kehidupannya. Lalu, bagaimana apabila aku membuat konstruksi sosial sendiri? Apakah akan baik-baik saja, dan apabila dipikir secara logika hal ini justru akan menjadi masalah di masyarakat, aku akan dicap sebagai pembangkang dan tidak taat aturan, lalu bagaimana?, aku membuat aturan dan nilaiku sendiri, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan, lihatlah bagaimana manusia telah buta dengan keadaan.

Pendapatku secara pribadi menganggap bahwa menuruti segala aturan dan menjadi seorang manusia yang manut-manut saja dengan segala perintah adalah membuat hakikat sebagai manusia menjadi ternodai, manusia dilahirkan dan dianugerahi kemampuan berpikir, lalu bagaimana semisal manusia itu memanfaakan cara berpikirnya itu untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, apakah itu dilarang?, mungkin jawabannya bukan dilarang, tetapi kita harus menuruti tatanan yang sudah ada karena itu sudah terbukti efektif dan banyak yang menuruti.

Satu hal yang aku sadari adalah aturan yang utama dan pertama adalah peraturan dari agama, dari sana dapat kita tarik kesimpulan bahwa sesungguhnya agamama pun tidak memberikan ruang bebas bagi kita untuk berpikir dan menentukan jalan hidup.


Hal ini hanyalah bentuk rasa penasaranku dan rasa gelishku, aku berharap setelah ini aku akan menemukan jalanku dan memuaskan diriku sendiri atas pertanyaan-pertanyaanku. Aku bukan manusia yang tidak menerima agamaku, ketahuilah aku percaya dengan agamaku, dan menghormati tuhanku. Tapi aku berharap suatu saat nanti aku bisa menemukan hakikat hidup yang sebenar-benarnya. 

Senin, 23 Januari 2017

Organisasi dan Tekanan

Beberapa hal yang akan membuat kita tertekan adalah kita mencoba untuk membuat diri kita diserang oleh berbagai tekanan, aku rasa kita tidak dapat terlepas dari yang namanya tekanan, banyak hal yang dapat menekan kita sesukanya, bahkan dari sesuatu hal yang tidak kita kenal sekalipun juga dapat menekan kita sesukanya, aku terlibat di organisasi dan berasal dan tumbuh dari pemikiran-pemikiran organisasi, memang apabila kita ikut dalam organisasi maka berangsur-angsur karakter kita akan terbentuk dan itu modal yang baik untuk mempersiapkan diri untuk terjun ke dalam masyarakat. Semakin banyak tekanan yang kita terima maka semakin “menjadi” kita nantinya. Itu adalah ungkapan yang paling sering aku terima.

Sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa aku tumbuh dan berpikir berdasarkan pola pikir organisasi, sejak masa SMA kelas satu, aku tergabung di organisasi  kerohanian dan organisasi  kelompok yang bergerak di bidang seni drama, aku tidak belajar dengan keras di organisasi kerohanian agama tetapi justru aku belajar keras di seni peran, dan sebelumnya aku tidak pernah berharap kemudian hari aku akan menjadi pemain drama professional, dan itu adalah pemikiran orang-orang yang berpikir secara stereotype, masuk dalam organisasi drama dan berharap akan menjadi pemain drama yang professional adalah harapan yang “bodoh” walaupun tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi seperti itu. Secara singkat anggap saja aku lebih pro ke organisasi seni drama dibandingkan organisasi kerohanian, walaupun aku pernah menjabat posisi khusus di organisasi kerohanian, tetapi semua terasa lebih membosankan.

Terlibat dalam organisasi masyakat berarti kita membuat diri kita terjun ke dalamnya, secara utuh apabila kita benar-benar serius mengikutinya maka kita akan benar-benar berada di sana, dan mengerahkan seluruh pemikiran kita. Lihatlah, bagaiamana satu organisasi telah menguras banyak pikiranmu, waktumu, bahkan kebebasanmu?, bukannya ini sama saja halnya kita dijajah oleh hal-hal seperti ini?. Memang kita terkesan terjajah tetapi bukannya ini adalah penjajahan yang akan membawa kita pada kemerdekaan? Seperti yang  telah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan Negara demi membebaskan dirinya dan Negara dalam penindasan dan penjajahan melakukan sebuah perlawanan di dalamnya?, nah itulah maksudku, bagaiamana caranya kita dapat benar-benar terbebas dari itu semua adalah dengan melawan. Kita melawan semuanya bentuk-bentuk penindasam yang diberikan oleh organisasi, mulai dari penindasan waktu yang diambil, pikiran yang dikuras dll dengan melakukan pembebasan yaitu dengan memanfaatkan hal-hal itu semua dan bekerja secara efektif serta bekerja dengan tahan banting.


Organisasi akan senantiasa membuat kita tertekan dengan doktrin, perintah, bahkan paksaan-paksaan yang sifatnya untuk kenyamanan bersama seluruh anggota organisasi, akan tetapi di sanalah kita dibentuk menjadi manusia. Kebebasan sesungguhnya adalah kita dapat beradaptasi dengan segala tekanan dan secepat mungkin dapat menemukan solusi untuk menghadapi segala bentuk tekanan tersebut.

Sabtu, 21 Januari 2017

Seberapa Sering Kita Berpikir di Toilet ?

Aku selalu gelisah, hari-hari yang kujalani selalu diiringi dengan kegelisahan, aku sadar ini bukanlah bawaan sejak aku lahir, ini adalah pengaruh lingkungan yang memaksaku untuk gelisah setiap saat, bukan, mungkin itu salah satunya, semenjak aku bertemu dengan makhluk aneh itu, bertubuh sedang dan selalu memegang kertas dan bolpoint ditangannya, pertama kali aku bertemu dengannya di tahun 2014, aku tidak mengenalnya, pernah aku menanyakan siapa namanya dan ia hanya menatapku sambil mengetuk kepalanya dengan bolpoint yang ia pegang di tangan kanannya, hampir setiap hari aku melihatnya, ketika ingin tidur ia duduk bersantai di kursi sambil menulis dan nampak berpikir dengan sangat serius, ia nampak gelisah, aku tidak mengenalnya dan aku bahkan tidak ingin tahu apa yang sedang ia lakukan di dalam kamarku, awalnya aku merasa terganggu tetapi lama-kelamaan aku membiarkannya, ia selalu gelisah, dan mungkin hal itulah yang membuatku menjadi ikut gelisah setiap saat.


Aku sering menghampirinya untuk melihat apa yang sedang ia tulis di kertas yang ia pegang, dan pastinya tulisan itu pasti sudah sangat banyak karena hampir setiap hari ia melakukan pekerjaannya itu, pertamakali aku menghampirinya dan aku merasa heran ia menulis sangat sering tetapi yang ia tulis di kertas itu seketika menghilang dan kertas yang ia gunakan untuk menulis kembali menjadi kertas kosong.
_

Suatu hari ada seorang teman yang sengaja kuundang ke rumahku, aku berkata kepadanya bahwa di Kamarku ada orang yang aneh dan selalu menulis dan ia penasaran dengan orang itu, ketika aku mempertemukan mereka hal aneh terjadi, ia tidak melihat siapa-siapa dan orang aneh itu hanya tertunduk sambil menulis, ini aneh, mungkin saja hanya aku yang dapat melihatnya, tetapi lagi-lagi aku tidak memikirkannya, tetapi hal ini yang berhasil membuatku gelisah setiap harinya.
_

Aku sebisa mungkin untuk tidak memikirkan orang aneh itu. Suatu sore aku berencana untuk mandi dan orang aneh itu menegurku dan lagi-lagi mengetuk kepalanya dengan bolpoint yang ia pegang, ekspresi wajahnya seakan memerintahkanku untuk melakukan sesuatu di dalam toilet, berpikir?, ah, untuk apa?, bukannya setiap harinya ketika melakukan apa saja kita akan memulainya dengan berpikir?, tentu saja, aku tidak akan salah dalam hal ini. Aku hanya mengangguk kepadanya dan masuk ke dalam toilet. 
_

Di dalam toilet aku mengguyur kepalaku dengan air yang keluar dari shower sambil menatap diriku sendiri yang sedang telanjang bulat di depan cermin. Aku mulai berimajinasi, aku seperti pengarang yang sedang membuat suatu cerita, aku membuat cerita yang didalamnya aku  sedang dikendalikan oleh seseorang yang sedang duduk di depan sebuah Laptop dan aku berada di dalam laptop itu, ia seperti orang yang gelisah, ia menentukan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, ia terus mengetik ia sepertinya tidak dapat kehabisan ide untuk menuliskan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Kali ini orang didalam imajinasiku sedang terdiam, ia nampak gelisah, hey!, kenapa lagi-lagi aku berimajinasi tentang orang yang gelisah, tapi ini tampak hidup, imajinasiku seperti bukan milikku, seperti milik orang lain, ada orang lain yang sedang menjalankan pikiranku, aku khawatir aku mulai gila, aku memilih untuk mengakhiri imajinasiku dan berhenti untuk mandi, aku akan keluar dari toilet ini dan melupakan imajinasi aneh ini.



_

Orang aneh itu masih saja duduk di kursi itu, tetapi kali ini ia tersenyum kepadaku, dan mengetuk kembali bolpoint yang ia pegang ke kepalanya, bedanya kali ini ia tidak gelisah sama sekali, ia malah tersenyum kepadaku, “hey, kau kenapa?”, aku mencoba untuk bertanya kepadanya dan ia hanya menjawabnya sambil tersenyum kepadaku, “aneh!”, aku mencoba merespon senyuman yang ia berikan kepadaku.

Saat aku berbaring di ranjang, orang aneh itu menatap keluar jendela, aku hanya memerhatikannya, apa yang sebenarnya yang ia lakukan, ia terus menatap lurus keluar jendela dan ia tersenyum, tidak lama kemudian orang aneh itu menoleh ke arahku dan memanggilku, dan aku menuruti perintahnya dan berdiri tepat disampingnya, ia menunjuk ke luar jendela tepatnya ke arah seorang anak kecil yang sedang ngamen di jalan raya tepat di seberang rumahku, anak itu mencoba bernyanyi di samping sebuah mobil yang menggunakan plat merah tetapi orang di dalam mobil tersebut tidak membuka kaca mobilnya sama sekali hingga lampu hijau membuat anak kecil itu menepi di trotoar menunggu lampu merah untuk ngamen lagi, “jahat sekali”, kataku.

Orang aneh itu menatapku dan kembali mengetuk bolpoint yang ia pegang ke kepalanya dan menunjuk ke toilet, tentu saja aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia maksud, aku tidak memperdulikannya dan kembali berbaring di atas Ranjang, kemudian orang aneh itu kembali duduk di kursi tempat biasa ia duduk kemudian ia kembali menulis dan kali ini gelisah kembali, aku menutup kepalaku dengan bantal guling dan berpaling ke arah yang lain yang menandakan aku bosan melihatnya gelisah.
_

Keesokan harinya aku terbangun dan tidak melihat orang aneh itu duduk di Kursi, aku mencoba untuk mencarinya di ruang tamu dan kemana-kemana tetapi aku tidak menemukannya dimana-mana, aku berpikir untuk apa aku mencarinya, aku hanya akan membuang-buang waktuku, aku mengambil handuk yang kugantung di dekat lemari dan menuju toilet untuk mandi, ketika aku membuka pintu toilet betapa terkejutnya aku melihat orang aneh itu berdiri di dalam toilet sambil menatap ke atas, aku terkejut sekaligus penasaran dengan apa yang ia lakukan, aku mendekatinya dan ia seperti tidak menyadariku sama sekali dan terus menatap ke atas, karena penasaran aku juga mencoba untuk menatap ke atas dan tidak ada apa-apa di sana hanya langit-langit toilet dan lampu toilet, “apa yang sedang kamu lakukan?”, aku mencoba bertanya dan ia hanya diam, “ada apa di atas sana?”, aku mencoba bertanya lagi kepadanya, kemudian ia menegangkat tangan kanannya dan kembali mengetuk kepalanya denga bolpoit sambil menatap ke atas, kemudian ia menatapku dan kembali menatap ke atas dan mengetuk kepalanya kembali, karena masih penasaran aku kembali menatap ke atas dan benar-benar tidak ada apa-apa, “lebih baik kau keluar, karena aku ingin mandi”, ia tidak memperdulikanku sama sekali, “baiklah, aku akan keluar sambil menunggumu selesai melihat ke atas sana”, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari toilet, tiba-tiba ia menarik tanganku, ia menarikku dengan kencang, sampai-sampai aku hampir terjatuh, ia kembali menyuruhku untuk menatap ke atas, kemudian ia berkata.

kita sedang berada di dalam cerita