September jatuh seperti tanpa
suara ia menjadi penentu yang tidak diperhatikan oleh waktu, menggerayangi
setiap perilaku akan tetapi tetap menjadi kaku, siapapun akan menjadi satu
dalam september dan tidak ada yang ingin tahu, seperti angin lalu dan semua
seperti serpihan rindu-rindu yang hilang ingatan.
Aku ingat dengan jelas waktu itu
hujan dan kurencanakan diri ini akan berjalan sekadar merasakan dingin dan juga
keinginan-keinginan yang tidak sempat kita miliki karena pikiran yang
melayang-layang setengah tiang atau apapun itu, aku tidak terlalu memperdulikan
hujan di kota ini, kota tanpa pendirian, bukan keinginannya tapi keinginan Tuhan,
ada kalanya kau meminum kopi untuk menghangatkan diri tapi seketika kau seperti
salah strategi karena yang kau inginkan sebenarnya adalah jus mangga yang
dingin, semua sudah diatur, memang pada dasarnya kota ini adalah kota tanpa
pendirian itu.
Sebuah kesalahpahaman apabila kau
juga ikut-ikutan menjadi tidak berpendirian, yang tidak berpendirian adalah
kota ini bukan kau yang ada di dalamnya kau adalah pemanis, sesuatu yang
selamanya akan menjadi matahari setelah hujan atau hujan setelah terik, apapun
itu yang membuatmu sedikit lebih dinanti, sedikit.
Aku tidak sempat menghitung
berapa banyak waktu kita habiskan untuk bersendagurau atau waktu yang kita
habiskan untuk sedikit berjauhan, semua terjadi seiring keinginan skenario
Tuhan, gelap atau terang yang terjadi adalah tetap pertemuan, sesuatu yang
berpisah hanya menjauh dari dasar-dasar logika kita, tidak semuanya.
Kemarin kau masih menyukai suara
gesekan alas kakiku di aspal kini semua hal-hal tentang diriku sudah melebur
bersama ketidaksukaanmu, semua terasa seperti tidak bependirian, karena memang
pada dasarnya semua tidaklah berpendirian, aku mempersilakanmu untuk pergi
sangat ringan tanpa hambatan, tapi kini semuanya seperti merindu kembali
makanya sesuatu yang kita tapaki sekarang sesungguhnya tidak berpendirian,
selamanya tidak akan punya pendirian.
Kita padahal sudah tidak punya
kaki untuk saling berdiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar