99
cahaya di langit eropa merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Hanum
Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film ini terinspirasi dari kisah nyata
pengarangnya itu sendiri, film ini bercerita tentang perantauan seorang Hanum
bersama suaminya Rangga yang mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikannya di
negeri Jerman. Seiring perjalanan Hanum dan suaminya ia bertemu seorang agen
muslim yang mengenal situs sejarah peradaban Islam di Eropa, film ini secara
garis besar dibalut dalam nuansa religi dan bercerita tentang persahabatan dan
petualangan (perjalanan).
Film
ini dapat dikatakan sebagai film yang bergendre popular romance, menurut Radway
terdapat 13 fungsi popular romance, dari fungsi-fungsi tersebut akan dikaitkan
dengan film 99 cahaya di langit eropa, adapun hubungan fungsi-fungsi tersebut
sebagai berikut :
1.
Fungsi
“perpindahan Heroin dari yang sudah dikenal , kehilangan”
Dalam fungsi yang pertama ini memiliki maksud yaitu
posisi peran Heroin yaitu tokoh utama atau peran utama wanita yaitu mengalami
kehilangan, hal ini dikaitkan dengan film 99 cahay di langit Eropa yaitu tokoh
Hanum yang kehilangan rasa takjubnya terhadap keindahan Negara Jerman karena
hal-hal tertentu, sesuai dengan kutipan berikut ,
“Tak mudah hidup di sini bila tidak
lancar berbahasa jerman, dengan budaya dan tradisi yang berbeda” – Hanum
Dalam kutipan di atas dapat ditemukan sikap
kekecewaan seorang Hanum yang awalnya tokoh Hanum merasa takjub dan mengenal Negara
Jerman atas keindahannya akan tetapi tetap meraskan kekurangan berdasarkan
kutipan di atas.
2.
Fungsi
“Heroin menduga Hero tidak tertarik padanya”
Pada fungsi ini Heroin menduga Hero tidak tertarik
padanya, sesuai dengan kutipan berikut,
“di sini, orang pakai kerudung saja
susah cari kerjaan, apa lagi aku yang tidak pakai kerudung”- Hanum
“oh, itu, padahal kamu cantik loh
kalau pakai kerudung”- Rangga
“udah ah, kamu ga nyambung”-Hanum
Pada kutipan di atas menunjukkan bahwa usaha Hanum
sebagai Heroin agar Hero (Rangga) mengerti akan kegelisahannya, akan tetapi
Hero terkesan tidak tertarik padanya menurut dugaan si Heroin
3.
Fungsi
“Hero memberikan respon yang ambigu : tidak mengerti cara mengungkapkan
perasaan”
Fungsi ini berkaitan pula pada kutipan pada fungsi
nomor dua, dimana Hero (Rangga) tidak mengerti cara untuk mengungkapkan
perasaan sehingga terkesan memberi respon yang ambigu terhadap Heroin (Hanum)
4. Fungsi “akhirnya Heroin mengetahui
perasaan Hero sesungguhnya”
Dalam fungsi ini Heroin pada akhirnya mengertidan
paham atas perasaan Hero sesungguhnya berdasarkan pada fungsi yang ke tiga,
sesuai dengan kutipan berikut :
“Mas, kalau kamu ditampar kamu mau
nampar balik engga?”-Hanum
“ko nanyanya gitu sih?”-Rangga
“engga, aku nanya, kalau kamu
ditampar kamu nampar balik engga?”-Hanum
“hahahaa … aku engga mau ditampar,
aku maunya dicium”-Rangga
“kamu ko jawabnya gitu sih?”-Hanum
Pada kutipan di atas Heroin (Hanum) mulai mengerti
perasaan Hero (Rangga) sesungguhnya bahwa Hero menyukai Heroin dan menjadikan
hubungan mereka kembali membaik.
5.
Fungsi
“Heroin merespon dengan kemarahan /dingin”
Pada fungsi ini Heroin memunculkan respon
kemarahan/dingin, sesuai dengan kutipan yang terdapat pada fungsi ke dua. Pada kutipan
tersebut Heroin (Hanum) menghindar dari Hero (Rangga) dan menunjukkan kemarahan
terhadap Rangga yang meresponnya dengan tidak sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh Heroin.
6.
Fungsi
“Heroin membalas dengan “hukuman”
Ketika Heroin (Hanum) dalam film merespon dengan
kemarahan Heroin menghukum Hero dengan menghindar dari Hero dari responnya yang
mengalami kekecewaan.
7.
Fungsi
“Hukuman itu mengakibatkan perpisahan”
Fungsi ini merupakan sebab dari fungsi ke enam
ketika Heroin memberikan hukuman kepada Hero. Dalam cerita Film tersebut
membuat Heroin (Hanum) menghindar dari Hero (Rangga) dan mengakibatkan mereka
tidak “akur” untuk sementara waktu sehingga sesuai dengan fungsi hukuman yang
mengakibatkan perpisahan.
8.
Fungsi
“Hero memperlakukan Heroin dengan penuh cinta : perpisahan akibat hukuman
membuatnya lebih sayang
Ketika Heroin (Hanum) menghukum Hero (Rangga) dengan
memberikan respon kekecewaan terhadap Hero, Hero berusaha untuk memperlakukan
Heroin (Hanum) dengan penuh cinta dengan menggombalnya pada kutipan dari fungsi
yang ke empat sehingga Heroin merasa lebih disayang dan diperhatikan.
9.
Fungsi
“Heroin merespon Hero dengan lebih hangat”
Fungsi ini merupakan tahap selanjutnya dari fungsi
yang ke delapan dimana ketika Hero (Rangga) menunjukkan perlakuannya yang penuh
cinta terhadap Heroin (Hanum), Heroin meresponnya dengan merangkul Hero dan
bercanda bersama sehingga suasana yang ditampak lebih hangat dan akrab.
10. Fungsi “Heroin menyadari bahwa
sikap dinginnya pada masa lalu dikarenakan sakit hati”
Pada tahap ini Heroin mencoba untuk melihat kembali
sebab mengapa ia menjadi sakit hati dan Heroin sadar bahwa ia menjadi sakit
hati membuatnya menjadi dingin terhadap Hero. Sesuai kutipan sebagai berikut :
“kamu kenapa engga cerita sama aku
sih, yaudah sekarang masih sempat sholat zuhur sekarang ayo aku antar”-Hanum
Pada kutipan di atas Heroin (Hanum) merasa kecewa
karena Hero (Rangga) tidak jujur kepadanya , sehingga Heroin merasa sikap
dinginnya terjadi karena kecewa terhadap Hero yang tidak berterus terang.
11. Fungsi “Heroin harus belajar
memercayai Hero : menguatkan Hero
Tahap ini Heroin (Hanum) berusaha menguatkan Hero
(Rangga) agar Hero tetap mendapatkan kepercayaan dirinya.
12. Fungsi “Heroin merespons secara
seksual dan emosional pada Hero”
Pada akhirnya Heroin (Hanum) mencoba untuk memeluk
Hero (Rangga) sekaligus memberikannya ketenangan.
13. Fungsi “Heroin sadar, perlindungan
kasih sayang itu, dan cinta lawan jenis akan diperoleh dari Hero
Heroin (Hanum) merasa tenang bersama Hero (Rangga)
sebagai lawan jenis dari kesedihan yang dirasakan sesuai cerita dalam film
ketika Heroin (Hanum) merasakan kesedihan.
Demikian
tiga belas tahap fungsi popular romance menurut Radway yang terdapat pada film
99 Cahaya di Langit Eropa. Secara umum ketiga belas fungsi tersebut memenuhi
film tersebut apabila gendre yang diusung adalah gendre romance yang berbau
populer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar