Senin, 13 Februari 2017

Eksistensi Smartphone dari Segi Kebudayaan Modern

Seiring perkembangan zaman kita sudah tidak asing lagi dengan alat komunikasi canggih yaitu telepon genggam atau biasa kita sebut sebagai Handphone. Telepon genggam atau Handphone adalah produk masyarakat modern yang berguna sebagai alat komunikasi nirkabel yang memungkinkan kita untuk dapat terkoneksi satu sama lain tanpa harus bertatap muka, dengan kata lain Handphone berguna sebagai perantara antar satu individu dengan individu lain guna mempercepat proses komunikasi. Pada awal mulanya alat komunikasi ini ditemukan oleh Alexander Graham Bell, dan seiring perkembangan zaman alat komunikasi ini mulai mengalami perkembangan dan modifikasi sehingga berbentuk pesawat telepon. Tidak berhenti sampai di situ, manusia terus memunculkan inovasi-inovasi terbaru guna mempermudah komunikasi dengan memodifikasi alat komunikasi ini menjadi lebih efektif dan mudah di bawa ke mana-mana sehingga berbentuk alat komunikasi tanpa menggunakan kabel yang sampai saat ini kita kenal sebagai telepon genggam.



Di era modern ini hampir seluruh kalangan masyarakat memiliki telepon genggam dan tentu saja tidak berhenti pada satu model telepon genggam saja, bahkan setiap tahunnya selalu bermunculan inovasi-inovasi terbaru dari telepon genggam, banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang berusaha menciptakan model-model baru sampai pada spesifikasi dan penyesuaian terhadap penggunaan dan keinginan masyarakat. Dari telepon genggam yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengirim pesan singkat (SMS) dan melakukan panggilan sampai pada penggunaan telepon genggam sebagai media akses internet, dari menggunakan pesan singkat dan aplikasi pesan singkat hingga menggunakan aplikasi-aplikasi untuk berkirim-kirim pesan dengan menggunakan jaringan internet. Manusia selalu bergerak dinamis, selalu tidak puas dengan pencapaian-pencapaian yang dicapainya, khususnya akan kebutuhan telepon genggam, sehingga para produsen terus melakukan terobosan-terobosan terbaru dan terciptalah alat komunikasi berupa telepon genggam yang biasa disebut dengan nama smartphone atau telepon pintar.

Smartphone atau telepon pintar banyak diminati oleh masyarakat modern karena spesifikasi dan fasilitas yang ada di dalamnya sangat berguna bagi masyarakat modern untuk melaksanakan kesehariannya yang selalu menginginkan hal-hal efektif dan sebisa mungkin mengurangi hal-hal yang sangat merepotkan, dengan menggunakan smartphone kita sudah dapat melakukan pembelian barang-barang tanpa mendatangi lansung si  penyedia barang atau si penjual, kita dapat menggunakan smartphone untuk melakukan bisnis dengan berjualan di situs-situs online yang dapat diakses dengan mudah menggunakan smartphone. Tidak hanya berhenti pada proses jual beli saja, smartphone dapat mengakses berita dengan sangat cepat dari seluruh penjuru dunia tanpa menunggu lama, sehingga banyak isu-isu yang dapat dengan mudah beredar di masyarakat.  

Penggunaan smartphone berbeda-beda berdasarkan kepentingan dan keinginan dari kalangan-kalangan yang menggunakannya. Dari kalangan anak-anak biasanya penggunaan smartphone sebagai media atau alat untuk mengakses dan bermain game berbasis online atau offline, dari kalangan remaja biasanya penggunaan smartphone sebagai media atau alat untuk bertukar kabar atau mengakses berita-berita lifestyle, khususnya remaja pelajar smartphone sangat membantu untuk mengakses materi-materi atau bahan belajar sehingga tidak berhenti pada bahan-bahan ajaran yang diberikan oleh tenaga pengajar, dan dari kalangan orang dewasa biasanya smartphone diganakan sebagai akses berita hingga media bisnis.



Akan tetapi dari fungsi-fungsi tersebut di atas smartphone juga tidak  terlepas dari dari dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan smartphone bagi berbagai kalangan tentu saja dapat mempermudah dan memperlancar urusan komunikasi, akses, sampai pada urusan bisnis dan alat guna mencari mata pencaharian. Di balik dampak positif tentu saja terdapat dampak negatif, seperti yang dikutip pada Kompasiana.com bahwa penggunaan smartphone dapat berdampak tidak baik pada kesehatan, hubungan sosial, sampai pada aktivitas-aktivitas penipuan. Dari segi kesehatan, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan penglihatan disebabkan oleh radiasi dari layar smartphone, selain itu dampak dari radiasi smartphone mempersulit penggunanya untuk memiliki jam tidur yang normal sehingga kecendrungan mengidap insomnia, dari segi sosial penggunaan smartphone membuat penggunanya menjadi anti sosial dan cenderung menjauhkan penggunanya dari lingkungan sosialnya karena segala sesuatu yang tersedia dari smartphone sudah tersedia tanpa mencari tahu, tidak jarang juga samatphone berdampak buruk pada keharmonisan hubungan rumah tangga dan cernderung menimbulkan rasa curiga terhadap pasangan rumah tangga, dan dari segi aktivitas-aktivitas penipuan, kemudahan akses menggunakan smartphone juga menimbulkan niat buruk bagi pengguna smartphone yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan fitnah, menyebarkan undian-undian berhadiah dengan tujuan penipuan, hingga perdagangan barang-barang illegal. Dari dampak positif dan negatif di atas semua kembali pada kebijakan dari penggunanya itu sendiri.

Smartphone merupakan produk masyarakat modern sehingga dapat dikategorikan sebagai produk populer karena smartphone tersebut lahir dari kebudayaan populer. Mengapa smartphone banyak diminati oleh masyarakat modern dari bergai kalangan?, tentu saja karena smartphone adalah suatu produk yang sudah  diproduksi, dengan kata lain masyarakat modern menggunakan smartphone karena smartphone tersebut diproduksi atau dipasarkan atau dapat dikatan produksi smartphone memang benar-benar diadakan.

Menurut Daeng (2008: 43) prinsip proses mengatakan bahwa hakekat setiap pengada ditentukan oleh bagaimana ia menciptakan diri dalam proses menjadi dirinya. Melalui proses pengadaan tersebut barang produksi berupa smartphone menunjukkan eksistensinya dan menjadi produk masyarakat modern yang dihasilkan dari budaya populer.

Eksistensi smartphone menjadi ada karena selera konsumen atau keinginan konsumen itu sendiri yang menginginkannya kemudian mengadakannya karena faktor kebudayaan modern yang menggiring konsumen menginginkannya hingga mengadakan smartphone itu sendiri. Pengguna kebudayaan adalah para konsumen media dan teknologi yang menjadi pangsa pasar industri (Tumanggor, dkk (2010: 41). Dari hal ini dapat ditemukan kaitan antara konsumen dan pengadaan produksi smartphone yang saling berkaitan

Sebagai pengguna smartphone atau sebagai konsumen smartphone kita dituntut untuk menggunakan barang produksi tersebut secara bijak, produk kebudayaan populer berasal dari masyarakat modern yang selalu berubah dan berinovasi, sudah sepatutnya kita untuk menjadi pencipta suatu kebudayaan modern berupa barang produksi untuk mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar