Sabtu, 21 Januari 2017

Seberapa Sering Kita Berpikir di Toilet ?

Aku selalu gelisah, hari-hari yang kujalani selalu diiringi dengan kegelisahan, aku sadar ini bukanlah bawaan sejak aku lahir, ini adalah pengaruh lingkungan yang memaksaku untuk gelisah setiap saat, bukan, mungkin itu salah satunya, semenjak aku bertemu dengan makhluk aneh itu, bertubuh sedang dan selalu memegang kertas dan bolpoint ditangannya, pertama kali aku bertemu dengannya di tahun 2014, aku tidak mengenalnya, pernah aku menanyakan siapa namanya dan ia hanya menatapku sambil mengetuk kepalanya dengan bolpoint yang ia pegang di tangan kanannya, hampir setiap hari aku melihatnya, ketika ingin tidur ia duduk bersantai di kursi sambil menulis dan nampak berpikir dengan sangat serius, ia nampak gelisah, aku tidak mengenalnya dan aku bahkan tidak ingin tahu apa yang sedang ia lakukan di dalam kamarku, awalnya aku merasa terganggu tetapi lama-kelamaan aku membiarkannya, ia selalu gelisah, dan mungkin hal itulah yang membuatku menjadi ikut gelisah setiap saat.


Aku sering menghampirinya untuk melihat apa yang sedang ia tulis di kertas yang ia pegang, dan pastinya tulisan itu pasti sudah sangat banyak karena hampir setiap hari ia melakukan pekerjaannya itu, pertamakali aku menghampirinya dan aku merasa heran ia menulis sangat sering tetapi yang ia tulis di kertas itu seketika menghilang dan kertas yang ia gunakan untuk menulis kembali menjadi kertas kosong.
_

Suatu hari ada seorang teman yang sengaja kuundang ke rumahku, aku berkata kepadanya bahwa di Kamarku ada orang yang aneh dan selalu menulis dan ia penasaran dengan orang itu, ketika aku mempertemukan mereka hal aneh terjadi, ia tidak melihat siapa-siapa dan orang aneh itu hanya tertunduk sambil menulis, ini aneh, mungkin saja hanya aku yang dapat melihatnya, tetapi lagi-lagi aku tidak memikirkannya, tetapi hal ini yang berhasil membuatku gelisah setiap harinya.
_

Aku sebisa mungkin untuk tidak memikirkan orang aneh itu. Suatu sore aku berencana untuk mandi dan orang aneh itu menegurku dan lagi-lagi mengetuk kepalanya dengan bolpoint yang ia pegang, ekspresi wajahnya seakan memerintahkanku untuk melakukan sesuatu di dalam toilet, berpikir?, ah, untuk apa?, bukannya setiap harinya ketika melakukan apa saja kita akan memulainya dengan berpikir?, tentu saja, aku tidak akan salah dalam hal ini. Aku hanya mengangguk kepadanya dan masuk ke dalam toilet. 
_

Di dalam toilet aku mengguyur kepalaku dengan air yang keluar dari shower sambil menatap diriku sendiri yang sedang telanjang bulat di depan cermin. Aku mulai berimajinasi, aku seperti pengarang yang sedang membuat suatu cerita, aku membuat cerita yang didalamnya aku  sedang dikendalikan oleh seseorang yang sedang duduk di depan sebuah Laptop dan aku berada di dalam laptop itu, ia seperti orang yang gelisah, ia menentukan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, ia terus mengetik ia sepertinya tidak dapat kehabisan ide untuk menuliskan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Kali ini orang didalam imajinasiku sedang terdiam, ia nampak gelisah, hey!, kenapa lagi-lagi aku berimajinasi tentang orang yang gelisah, tapi ini tampak hidup, imajinasiku seperti bukan milikku, seperti milik orang lain, ada orang lain yang sedang menjalankan pikiranku, aku khawatir aku mulai gila, aku memilih untuk mengakhiri imajinasiku dan berhenti untuk mandi, aku akan keluar dari toilet ini dan melupakan imajinasi aneh ini.



_

Orang aneh itu masih saja duduk di kursi itu, tetapi kali ini ia tersenyum kepadaku, dan mengetuk kembali bolpoint yang ia pegang ke kepalanya, bedanya kali ini ia tidak gelisah sama sekali, ia malah tersenyum kepadaku, “hey, kau kenapa?”, aku mencoba untuk bertanya kepadanya dan ia hanya menjawabnya sambil tersenyum kepadaku, “aneh!”, aku mencoba merespon senyuman yang ia berikan kepadaku.

Saat aku berbaring di ranjang, orang aneh itu menatap keluar jendela, aku hanya memerhatikannya, apa yang sebenarnya yang ia lakukan, ia terus menatap lurus keluar jendela dan ia tersenyum, tidak lama kemudian orang aneh itu menoleh ke arahku dan memanggilku, dan aku menuruti perintahnya dan berdiri tepat disampingnya, ia menunjuk ke luar jendela tepatnya ke arah seorang anak kecil yang sedang ngamen di jalan raya tepat di seberang rumahku, anak itu mencoba bernyanyi di samping sebuah mobil yang menggunakan plat merah tetapi orang di dalam mobil tersebut tidak membuka kaca mobilnya sama sekali hingga lampu hijau membuat anak kecil itu menepi di trotoar menunggu lampu merah untuk ngamen lagi, “jahat sekali”, kataku.

Orang aneh itu menatapku dan kembali mengetuk bolpoint yang ia pegang ke kepalanya dan menunjuk ke toilet, tentu saja aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia maksud, aku tidak memperdulikannya dan kembali berbaring di atas Ranjang, kemudian orang aneh itu kembali duduk di kursi tempat biasa ia duduk kemudian ia kembali menulis dan kali ini gelisah kembali, aku menutup kepalaku dengan bantal guling dan berpaling ke arah yang lain yang menandakan aku bosan melihatnya gelisah.
_

Keesokan harinya aku terbangun dan tidak melihat orang aneh itu duduk di Kursi, aku mencoba untuk mencarinya di ruang tamu dan kemana-kemana tetapi aku tidak menemukannya dimana-mana, aku berpikir untuk apa aku mencarinya, aku hanya akan membuang-buang waktuku, aku mengambil handuk yang kugantung di dekat lemari dan menuju toilet untuk mandi, ketika aku membuka pintu toilet betapa terkejutnya aku melihat orang aneh itu berdiri di dalam toilet sambil menatap ke atas, aku terkejut sekaligus penasaran dengan apa yang ia lakukan, aku mendekatinya dan ia seperti tidak menyadariku sama sekali dan terus menatap ke atas, karena penasaran aku juga mencoba untuk menatap ke atas dan tidak ada apa-apa di sana hanya langit-langit toilet dan lampu toilet, “apa yang sedang kamu lakukan?”, aku mencoba bertanya dan ia hanya diam, “ada apa di atas sana?”, aku mencoba bertanya lagi kepadanya, kemudian ia menegangkat tangan kanannya dan kembali mengetuk kepalanya denga bolpoit sambil menatap ke atas, kemudian ia menatapku dan kembali menatap ke atas dan mengetuk kepalanya kembali, karena masih penasaran aku kembali menatap ke atas dan benar-benar tidak ada apa-apa, “lebih baik kau keluar, karena aku ingin mandi”, ia tidak memperdulikanku sama sekali, “baiklah, aku akan keluar sambil menunggumu selesai melihat ke atas sana”, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari toilet, tiba-tiba ia menarik tanganku, ia menarikku dengan kencang, sampai-sampai aku hampir terjatuh, ia kembali menyuruhku untuk menatap ke atas, kemudian ia berkata.

kita sedang berada di dalam cerita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar