Aku selalu gelisah, hari-hari yang kujalani selalu
diiringi dengan kegelisahan, aku sadar ini bukanlah bawaan sejak aku lahir, ini
adalah pengaruh lingkungan yang memaksaku untuk gelisah setiap saat, bukan,
mungkin itu salah satunya, semenjak aku bertemu dengan makhluk aneh itu, bertubuh
sedang dan selalu memegang kertas dan bolpoint ditangannya, pertama kali aku
bertemu dengannya di tahun 2014, aku tidak mengenalnya, pernah aku menanyakan
siapa namanya dan ia hanya menatapku sambil mengetuk kepalanya dengan bolpoint
yang ia pegang di tangan kanannya, hampir setiap hari aku melihatnya, ketika
ingin tidur ia duduk bersantai di kursi sambil menulis dan nampak berpikir
dengan sangat serius, ia nampak gelisah, aku tidak mengenalnya dan aku bahkan
tidak ingin tahu apa yang sedang ia lakukan di dalam kamarku, awalnya aku
merasa terganggu tetapi lama-kelamaan aku membiarkannya, ia selalu gelisah, dan
mungkin hal itulah yang membuatku menjadi ikut gelisah setiap saat.
Aku sering menghampirinya untuk melihat apa yang
sedang ia tulis di kertas yang ia pegang, dan pastinya tulisan itu pasti sudah
sangat banyak karena hampir setiap hari ia melakukan pekerjaannya itu, pertamakali
aku menghampirinya dan aku merasa heran ia menulis sangat sering tetapi yang ia
tulis di kertas itu seketika menghilang dan kertas yang ia gunakan untuk menulis
kembali menjadi kertas kosong.
_
Suatu hari ada seorang teman yang sengaja kuundang
ke rumahku, aku berkata kepadanya bahwa di Kamarku ada orang yang aneh dan
selalu menulis dan ia penasaran dengan orang itu, ketika aku mempertemukan
mereka hal aneh terjadi, ia tidak melihat siapa-siapa dan orang aneh itu hanya
tertunduk sambil menulis, ini aneh, mungkin saja hanya aku yang dapat
melihatnya, tetapi lagi-lagi aku tidak memikirkannya, tetapi hal ini yang
berhasil membuatku gelisah setiap harinya.
_
Aku sebisa mungkin untuk tidak memikirkan orang aneh
itu. Suatu sore aku berencana untuk mandi dan orang aneh itu menegurku dan
lagi-lagi mengetuk kepalanya dengan bolpoint yang ia pegang, ekspresi wajahnya
seakan memerintahkanku untuk melakukan sesuatu di dalam toilet, berpikir?, ah,
untuk apa?, bukannya setiap harinya ketika melakukan apa saja kita akan
memulainya dengan berpikir?, tentu saja, aku tidak akan salah dalam hal ini.
Aku hanya mengangguk kepadanya dan masuk ke dalam toilet.
_
Di dalam toilet aku mengguyur kepalaku dengan air
yang keluar dari shower sambil menatap diriku sendiri yang sedang telanjang
bulat di depan cermin. Aku mulai berimajinasi, aku seperti pengarang yang
sedang membuat suatu cerita, aku membuat cerita yang didalamnya aku sedang dikendalikan oleh seseorang yang sedang
duduk di depan sebuah Laptop dan aku berada di dalam laptop itu, ia seperti
orang yang gelisah, ia menentukan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, ia
terus mengetik ia sepertinya tidak dapat kehabisan ide untuk menuliskan apa
yang akan aku lakukan selanjutnya. Kali ini orang didalam imajinasiku sedang
terdiam, ia nampak gelisah, hey!, kenapa lagi-lagi aku berimajinasi tentang
orang yang gelisah, tapi ini tampak hidup, imajinasiku seperti bukan milikku,
seperti milik orang lain, ada orang lain yang sedang menjalankan pikiranku, aku
khawatir aku mulai gila, aku memilih untuk mengakhiri imajinasiku dan berhenti
untuk mandi, aku akan keluar dari toilet ini dan melupakan imajinasi aneh ini.
_
Orang aneh itu masih saja duduk di kursi itu, tetapi
kali ini ia tersenyum kepadaku, dan mengetuk kembali bolpoint yang ia pegang ke
kepalanya, bedanya kali ini ia tidak gelisah sama sekali, ia malah tersenyum
kepadaku, “hey, kau kenapa?”, aku mencoba
untuk bertanya kepadanya dan ia hanya menjawabnya sambil tersenyum kepadaku, “aneh!”, aku mencoba merespon senyuman
yang ia berikan kepadaku.
Saat aku berbaring di ranjang, orang aneh itu
menatap keluar jendela, aku hanya memerhatikannya, apa yang sebenarnya yang ia
lakukan, ia terus menatap lurus keluar jendela dan ia tersenyum, tidak lama
kemudian orang aneh itu menoleh ke arahku dan memanggilku, dan aku menuruti
perintahnya dan berdiri tepat disampingnya, ia menunjuk ke luar jendela
tepatnya ke arah seorang anak kecil yang sedang ngamen di jalan raya tepat di seberang rumahku, anak itu mencoba
bernyanyi di samping sebuah mobil yang menggunakan plat merah tetapi orang di
dalam mobil tersebut tidak membuka kaca mobilnya sama sekali hingga lampu hijau
membuat anak kecil itu menepi di trotoar menunggu lampu merah untuk ngamen lagi,
“jahat sekali”, kataku.
Orang aneh itu menatapku dan kembali mengetuk
bolpoint yang ia pegang ke kepalanya dan menunjuk ke toilet, tentu saja aku
tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia maksud, aku tidak
memperdulikannya dan kembali berbaring di atas Ranjang, kemudian orang aneh itu
kembali duduk di kursi tempat biasa ia duduk kemudian ia kembali menulis dan
kali ini gelisah kembali, aku menutup kepalaku dengan bantal guling dan
berpaling ke arah yang lain yang menandakan aku bosan melihatnya gelisah.
_
Keesokan harinya aku terbangun dan tidak melihat
orang aneh itu duduk di Kursi, aku mencoba untuk mencarinya di ruang tamu dan
kemana-kemana tetapi aku tidak menemukannya dimana-mana, aku berpikir untuk apa
aku mencarinya, aku hanya akan membuang-buang waktuku, aku mengambil handuk
yang kugantung di dekat lemari dan menuju toilet untuk mandi, ketika aku
membuka pintu toilet betapa terkejutnya aku melihat orang aneh itu berdiri di
dalam toilet sambil menatap ke atas, aku terkejut sekaligus penasaran dengan apa
yang ia lakukan, aku mendekatinya dan ia seperti tidak menyadariku sama sekali
dan terus menatap ke atas, karena penasaran aku juga mencoba untuk menatap ke
atas dan tidak ada apa-apa di sana hanya langit-langit toilet dan lampu toilet,
“apa yang sedang kamu lakukan?”, aku mencoba bertanya dan ia hanya diam, “ada
apa di atas sana?”, aku mencoba bertanya lagi kepadanya, kemudian ia
menegangkat tangan kanannya dan kembali mengetuk kepalanya denga bolpoit sambil
menatap ke atas, kemudian ia menatapku dan kembali menatap ke atas dan mengetuk
kepalanya kembali, karena masih penasaran aku kembali menatap ke atas dan
benar-benar tidak ada apa-apa, “lebih
baik kau keluar, karena aku ingin mandi”, ia tidak memperdulikanku sama
sekali, “baiklah, aku akan keluar sambil
menunggumu selesai melihat ke atas sana”, akhirnya aku memutuskan untuk
keluar dari toilet, tiba-tiba ia menarik tanganku, ia menarikku dengan kencang,
sampai-sampai aku hampir terjatuh, ia kembali menyuruhku untuk menatap ke atas,
kemudian ia berkata.
“kita sedang berada di dalam cerita”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar