Kuimpikan sebuah tangan lembut membelaiku di pagi hari
Tangan yang sangat kukenal hingga hari ini
Tangan kecil penuh dengan arogansi
Ini tentang kau kekasih
Bagaimana kabarmu di kediamanmu ?

Apakah kau sempat mengintip ke celah dalam hatimu
Kemudian menemukan aku yang sedang meringkuk
Hingga kau tidak seperti tulang rusuk
Aku tidak menyukai situasi ini
Situasi yang mengharuskan kita harus berbalik badan
Didorong dan dibatasi oleh dinding besar batu dinding
Ia sudah hilang kekasih, dan kita yang tidak mengerti siapa gerangan?, kita sebenarnya.
Nyamanlah dia Merpati, memaksakan cinta tidak perlu mati
Tidak berkeyakinan, kemudian seenaknya menjadi simbol-simbol Cinta
Kita ini yang hampir mati, berusaha menjadi Merpati
Memaksakan ikatan, dan setiap malam menangis
Tidurlah, dan tidurlah
Esok masih ada, dan mereka masih menjadi maling
Kita jangan, jangan berpaling
pasti, pasti akan sulit.
Samarinda, 17 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar