Kita di ambang akhir
Mencium harum aroma tubuhmu di pelukan yang paling hangat dan mengalir
Tidak kusangka air mata adalah penutup
Seperti membasahi hausnya kebodohanku sebagai kekasihmu
Aku kehilangan hal yang kusukai
Tatapan matamu yang memancar memberi makna; tidak ada yang lebih hangat dari pelukanku yang memberimu posisi tertinggi
Sore datang begitu cepat
Begitu singkat hingga aku tak sanggup berkata-kata,
Berkata untuk berucap selamat tinggal.
Selamat datang hari-hari penuh rindu.
26 November 2016
Samarinda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar