Senin, 23 Mei 2016

Dialah Gadis Biolaku tahun 2015

Hay gadis dengan biolanya, aku tidak mengerti kenapa kamu memainkannya dengan raut wajah yang kesulitan, gesekkan saja pasti ia akan menurut, sekurang-kurangnya ia akan berbunyi.

Atau mungkin kau mengharapkan ia bersuara merdu?, mungkin saja, raut wajahmu mengisyaratkannya.

Kamu tahu? Aku di sana, tepat di bawahmu, menunggu dengan penasaran lantunan musik seperti apa yang akan kau bunyikan.

Mungkin itu lantunan duka? Atau suka?.
Ah, aku tidak bisa menyimpulkannya, suaranya sangat pilu.

Tapi bukan itu yang sedari tadi mengganguku, yang menggangguku adalah raut wajahmu yang kebingungan, mata yang kosong dan sesekali asik sendiri.

Ah, sungguh sial aku jatuh cinta kepadamu waktu itu, ini akan terus berlanjut.

April 2015
Si Gadis Biola

Tidak ada komentar:

Posting Komentar