Aku sempit, masih memandang remang. Aku hidup, di bawah belaian kata
Akhir-akhir ini kau lebih mirip dengan angan-angan, tidak jelas apakah akan terjadi atau akan hilang.
Kediamanmu membingungkanku, seperti isyarat: "Tolong, berhenti menatapku".
Justru akulah yang paling setia menatapmu hingga fajar enggan memerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar