Kurasa waktu begitu cepat diputar, dasar pemutar yang cerdik, ia memutar sekaligus mengatur, aku diatur untuk bertemu denganmu kemudian diatur lagi untuk berpisah. Sungguh, itu bukanlah suatu masalah andai saja perkenalan kita tidak di anugerahi rasa.
Kurasa waktu begitu cepat diputar, baru kemarin kuantar kau berkeliling kota, menyusuri kerlap-kerlipnya cahaya dan bisingnya mereka yang merasa punya dunia, ternyata kini kudengar kau telah diantar oleh salah satu dari mereka.
Kurasa waktu begitu cepat diputar, kemarin masih sempat kita menertawakan hal-hal kecil yang sengaja kita besar-besarkan, kini kita menertawakan satu sama lain karena merindukan itu semua.
Kurasa waktu begitu cepat diputar, kemarin kita masih bisa mencuri pandang ketika kita berjalan di lorong sekolah kemudian tersenyum malu-malu, kini kita hanya bisa melirik secara sembunyi padahal kita sedang rindu.
Kurasa waktu begitu cepat diputar, memaksaku untuk melupakan sementara pelukan dan ciumanmu masih terasa begitu hangat.
Kurasa waktu memang harus berputar cepat, agar kita tau betapa merindunya kita pada sisa-sisa kenangan itu.
Kenangan semasa SMA
16 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar