Pria muda itu memarkir kendaraannya di lapangan parkir sekolah, dia adalah seorang pria muda yang saat itu menempuh pendidikan tingkat SMA di salah satu kota yang penduduknya tidak seberapa akan tetapi orang-orang yang tinggal di kota itu senang akan hal itu karena memang mereka adalah orang-orang yang sangat menyukai sepi, mungkin mereka adalah orang-orang yang penyendiri, terbawa suasana sepi kota itu pada akhirnya membuat pria muda itu juga ikut merasakan sepi itu, lebih tepatnya sepi di hatinya, karena usianya yang menginjak remaja, selain mengenal kasih sayang orang tuanya, ternyata ia juga menginginkan kasih sayang lawan jenisnya, dia ingin punya pacar.
Pria muda yang akrab dipanggil oleh teman-temannya Ical ini menyukai wanita satu sekolah dengannya dia adik kelasnya sendiri namanya Karisma, Ical mulai menyukai Karisma ketika pertamakali melihatnya di lorong sekolah sedang berjalan bersama teman-temannya dan saling bercanda satu sama lain, Ical memang adalah seorang pria yang terlalu gampang tertarik dengan lawan jenisnya, tapi justru disinilah letak masalahnya Ical adalah orang yang pemalu, terlebih lagi ketika ia tertarik dengan seorang wanita dia akan menjelma menjadi daun putri malu tersentuh sedikit akan menciut, malang sekali.
Gosip ini pun terdengar oleh salah satu temannya dan tidak bisa dipungkiri lagi akhirnya tersebarlah kabar bahwa Ical menyukai karisma dan tidak menutup kemungkinan lagi, Ical sangat malu dan bahkan menyesal telah bercerita kepada temannya, Ical merasa ia akan mengalami tahun yang buruk karena hal ini.
Setiap kali Ical berpapasan dengan Karisma, Ical selalu tidak berani menatap matanya, sungguh bagi Ical ini adalah hal yang sangat memalukan baginya.
_
Wanita muda itu akhirnya menginjak remaja dan masuk SMA, lambat laun akhirnya ia mulai berbaur dan memiliki teman, ada hal lain yang membuat wanita muda ini sangat bersemangat menuju sekolah, ternyata ia menyukai seniornya di sekolah, ia sengaja setiap istirahat sekolah berjalan menyusuri lorong sekolah untuk mengintip ke dalam kelas hanya untuk sekedar melirik senior yang ia sukai itu, ketika berjalan pelan di depan kelas seniornya tiba-tiba salah satu teman menegurnya, “Ris, ngapain nunduk kaka itu?”, wanita muda itu meliriknya kemudian tertawa, “keberatan kepala kali”, jawab Karisma. Kemudian wanita muda itu tersenyum sambil lalu.
Keesokan harinya wanita muda itu mendapat berita bahwa senior yang ia sukai ternyata menyukai orang lain, dan wanita muda itu beranggapan bahwa orang lain yang disukai oleh seniornya itu adalah teman akrabnya sendiri, tentu saja hal ini membuat wanita muda itu menjadi tidak bersemangat.
Setiap harinya wanita muda itu tidak bersemangat sama sekali, bahkan kebiasaannya berjalan menyusuri lorong sekolah hanya terasa kosong setiap kali ditegur oleh teman-temannya dia hanya berkata, “tidak apa-apa ko”, hari-harinya mulai kacau.
_
Ical berpapasan lagi dengan Karisma, alangkah terkejutnya Ical melihat wajah karisma yang tidak tampak riang seperti biasanya, Ical beranggapan mungkin karisma marah karena mengetahui bahwa Ical suka dengannya, Ical juga beranggapan pasti Karisma sangat malu, sampai-sampai Ical tidak lagi menemui raut wajah yang ceria dari Karisma, Ical merasa sangat bersalah. Akhirnya, Ical berencana untuk meminta maaf kepada karisma dan Ical berencana untuk berbohong kepada Karisma bahwa sebenarnya Ical tidak menyukainya sama sekali.
Akhirnya saatnya tiba, ical berpapasan dengan karisma, Ical sempat berpikiran untuk tidak melakukan hal itu karena tidak berani melihat wajah Karisma yang sudah sangat menakutkan, tapi Ical berpikir lagi kalau ia tidak melakukannya sekarang maka ia akan sangat menyesal, akhirnya Ical memberanikan diri menegur Karisma.
“Eh, Ris”, tegur Ical
Tiba-tiba Karisma menengok ke arah Ical,
“kenapa kak?”, Jawab Karisma
“anu, begini …, sebenarnya gosip kalau aku suka sama kamu itu sebenarnya engga bener sama sekali, aku cuma bercanda, aku cuma main-main”
“hah?, maksudnya?”, tanya Karisma dengan heran
“ah, tidak aku tadi lagi hafalin dialog soalnya sebentar lagi aku syuting film pendek, begitu”
Wajah Karisma bertambah heran, tentu saja hal ini makin membuat Ical tidak enak hati, akhirnya Ical memutuskan untuk meninggalkan karisma dan teman-temannya.
_
“loh Ris kenapa kaka itu?”, tegur salah satu teman Karisma
“hah, aku gatau kenapa dia”, Jawab Karisma
“tapikan ada untungnya Ris”
“apaan untungnya?”
“akhirnya kamu ditegur sama kaka itu, cieeeee…”
“ah, kalian!”
Hari itu perasaan Karisma campur aduk, antara dia senang karena barusan orang yang ia taksir menegurnya, atau merasa sedih karena orang ia sukai berkata bahwa ia tidak menyukainya sama sekali, tetapi yang Karisma ingat bahwa pria yang ia sukai itu hanya bercanda karena sedang melafalkan dialog. Tapi, Karisma masih bertanya-tanya dalam hati,
“apa benar kak Ical suka sama aku?, sial!, aku mimpi apa!”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar