Seorang wanita kecil
Menangis dikala sepi
Merintih enggan menepi
Hingga petang merangkul hari
Sebuah tas lusuh di pundaknya,
adalah tanda keringatnya
Menetes dikala terik,
dan dingin dikala gelap
Harapan tinggal harapan
Menanti adalah senjata
Tak kurang ia berdoa
Berharap sang belas kasih
Kelopak matanya membiru
Ditatapnya sang bulan
Nampak bunting bak kekenyangan
Ia meminta belas kasih
Ia yang dahulu meminta
Kini datang enggan memberi
Di tanah lapang ia memerah
Mengutuk kuasaNya
Pernah ia meminta hal paling sederhana,
selembar baju di hari lebaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar