Aku ingat sekali kejadian beberapa tahun silam, gelas terjatuh dan tidak pada tempatnya membuat air di dalamnya menetes tanpa arah, hanya bekas dan basah.
Seorang anak perempuan menangis sambil memeluk adik laki-lakinya yang tertidur di antara kebisingan dua mulut orang yang ia sangat kenal, karena pemilik mulut itulah yang membuatnya ada.
Bukan sesuatu yang sangat menakutkan, perempuan kecil itu sudah sangat sering mendengarnya. Ia hanya takut adiknya yang tertidur kemudian merekam kejadian dan menanamkan benih di mimpinya.
Betapa tidak dewasanya orang tua kita saat itu
(2003 silam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar