Engkaulah angan-angan yang sengaja di simpan duka padaku
Tidak sempat menaruh pedih pada sela-sela jemarimu
Menari-nari bagai lupa berhenti, kemudian berhenti karena mati
Engkaulah manis yang perlahan pahit
Engkaulah yang paling engkau
Ketika berbicara perih dan pedih, kupikir engkau adalah barisan terdepan.
Herman Mansa
28 Juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar