Kupu-kupu yang dulu sering singgah di jendelamu, sudah tidak bertamu.
Setiap pagi kau selalu mencoba menyambut, tapi yang ada kamu malah larut dalam kalut.
Kamu itu unik, sebisa mungkin kupu-kupu itu kamu kenal, mungkin itulah yang membuatmu kadang-kadang mantul, kalau aku coba ingat betul-betul, kupu-kupu itu pernah menangis ketika kamu rangkul.
Asal kamu tau, kupu-kupu juga bisa malu, apalagi kamu terang-terangan bilang rindu, tapi apa kupu-kupu tau?, ah kupikir bukan urusanku.
Malah di suatu pagi, ketika embun muncul lagi, kau sudah bersender di dinding-dinding sambil mengigit jari. Tiba-tiba kupu-kupu itu hinggap di jemari.
Kau sempat berpikir tidak, kenapa kupu-kupu itu singgah di sana?, jawabannya sederhana: dia cuma ingin merasakan ciuman dari bibir yang kau simpan di jemarimu tadi
(2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar