Kamis, 22 September 2016

Intermezo 1 : Senyuman Wanita

Kemarin kami berkumpul menatap senyuman dari seorang wanita, kami semua menatapnya, seakan senyumnya sengaja ia lemparkan sesukanya.

Kebetulan kami merasa senyum itu teruntuk masing-masing dari kami, tapi tidak ada yang bisa menebaknya kecuali dirinya sendiri.

Kira-kira itu untuk siapa ya?, kami pasti punya pendapat masing-masing. ah, sungguh senyum yang asing ketika kami mulai menerka-nerka.

Kemudian di antara kami sepakat untuk jatuh hati, sampai suatu ketika kami berusaha berkumpul kemudian memastikan kepada siapa sebenarnya senyuman itu dilemparkan.

Hasilnya bukan sesuatu yang memuaskan, ternyata kami bukan diberi senyuman karena ketertarikan, tetapi senyuman yang menandakan betapa bahagianya kami untuk sepakat berbagi rasa.

Satu-satunya hal bodoh yang pernah kami rasakan adalah, kepercayaan diri yang teramat tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar