Tidak pernah aku menyapa dengan melankolis
apalagi disuruh menghadap kepada sang realistis
tidak juga aku merasa terlalu apatis
karena kurasa aku masih berjalan logis
kita ini kurasa sudah cukup merdeka
karena kita bebas menerka-nerka
aku juga tidak tahu apa bisa masuk neraka
kalau saja jalan kita sama seperti mereka
semakin tinggi semakin menyendiri
memelihara rasa nikmat yang disebut iri
ya jatuhnya palingan dibawa menari-nari
terus makin kesini, makin tidak tahu diri
satu pucuk
dua pucuk
ah jancuk
rasa-rasa seperti kehilangan emosi
melihat merpati sudah tidak setia lagi
meniduri merpati lain dengan lambang setianya
aku rasa kita sudah di akhir pekan
akhir pekan zaman tiada garis ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar